Sumatran tiger is a rare animalOsteopathy In Livestyle MedicalAneka Hewan di IndonesiaARTIKEL MAKALAH ARTFILUM CHORDATA DAN CIRI-CIRI:5 KELAS FILUM ARTHROPODA DAN PENGERTIAN ~ Contoh Artikel makalah Judul Proposal skripsi askep Keperawatan Kebidanan Farmasi

Sumatran tiger is a rare animal

Sumatran tiger is a rare animal picture
Sumatran tiger classified in the kingdom of animals in the filum kordata (have a spinal cord), sub-filum vertebrata (vertebrate), the class mammals (warm-blooded, feathered with susu gland), meat eater (karnivora), family felidae (cat), the genus Panthera, Tigris species (tiger). Tiger hunt prey that are usually quite large, such as sambar deer, deer, pigs, deer, clever individual, but will hunt small animals such as porcupine, when prey is quite large it is not there.
Sumatra tiger in the forest area on the island of Sumatra is very knowledgeable. However, this animal is now a rare animal. Live a little population. Animals include animals protected.

Read More …
Read more...

Osteopathy In Livestyle Medical

Osteopathy is an approach to healthcare that emphasizes the role of the musculoskeletal systemin health and disease. It is practised in the United Kingdom, the rest of the European Union, Israel, Canada, and Australia. Osteopathy is not to be confused with the historically related but now distinct field, osteopathic medicine in the United States.[1]In most countries, osteopathy is a form of complementary medicine, emphasizing a holistic approach and the skilled use of a range of manual and physical treatment interventions in the prevention and treatment of disease. In practice, this most commonly relates to musculoskeletal problems such as back and neck pain. Osteopathic principles teach that treatment of the musculoskeletal system (bones, muscles and joints) facilitates the recuperative powers of the body.History
The practice of osteopathy began in the United States in 1874. The term "osteopathy" was coined by Andrew Taylor Still. Still was a free stateleader who lived near Baldwin City, Kansas at the time of the American Civil War, and it was here he developed the practice of osteopathy.[2]Still named his new school of medicine "osteopathy," reasoning that "the bone, osteon, was the starting point from which [he] was to ascertain the cause of pathological conditions."[3] Still founded the American School of Osteopathy (now A.T. Still University) in Kirksville, Missouri, for the teaching of osteopathy on May 10, 1892. While the state of Missouri, recognizing the equivalency of the curriculum, was willing to grant him a charter for awarding the MD degree, he remained dissatisfied with the limitations of conventional medicine and instead chose to retain the distinction of the DO degree.Osteopathic principles
These are the eight major principles of osteopathy and are widely taught throughout the international osteopathic community. [5]The body is a unit.Structure and function are reciprocally inter-related.The body possesses self-regulatory mechanisms.The body has the inherent capacity to defend and repair itself.When the normal adaptability is disrupted, or when environmental changes overcome the body’s capacity for self maintenance, diseasemay ensue.The movement of body fluids is essential to the maintenance of health.The nerves play a crucial part in controlling the fluids of the body.There are somatic components to disease that are not only manifestations of disease, but also are factors that contribute to maintenance of the disease state.These principles are not held by osteopathic physicians to be empirical laws; they are thought to be the underpinnings of the osteopathic philosophy on health and disease.Techniques of Osteopathic Treatment
The goal of OMM is the resolution of what many osteopaths call somatic dysfunction in an attempt to aid the body's own recuperative faculties. Osteopathic manual treatment of the musculoskeletal system employs a diverse array of techniques. These are normally employed together with dietary, postural, and occupational advice, as well as counseling in an attempt to help patients recover from illness and injury, in an attempt to minimise or manage pain and disease.
Scope of manual therapies
Osteopathy employs manual therapies for the treatment of many neuromusculoskeletal pain syndromes, such as lower back pain and tension headache, alongside exercise and other rehabilitative techniques. Many osteopaths also attempt to manage (or, more often, co-manage) organic or Type-O disorders conditions, such as asthma and middle ear infections in children,[6] menstrual pain, and pulmonary infection.take of wikipedia.org

Read More …
Read more...

Aneka Hewan di Indonesia

 Anoa (Bubalus depressicornis/Bubalus quarlesi) hidup di daerah Sulawesi

 

Gajah (Elephas maximus) hidup di Sumatra

 

 

Kera Hitam Sulawesi (Macaca nigra)

 

Burung Cendrawasih (Paradisaea raggiana) hidup di Papua

 

 

Short-Clawed Otter (Aonyx cinerea)

 

 

Ajak Pohon (Cuon alpinus) hidup di Sumatra

 

 

 

Kanguru Pohon Dingiso (Dendrolagus mbaiso) hidup di Papua

 

Komodo Dragon (Varanus komodoensis) hidup di Pulau Komodo Nusa Tenggara

 

Tikus pemakan serangga (Hylomys parvus) hidup di Pegunungan Kerinci Sumatra

 

Landak (Zaglossus bruijni) hidup di Papua

 

Badak Jawa/Javan Rhinoceros (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon Banten

 

 Tapir (Tapirus indicus) hidup di Sulawesi

 

Orangutan (Pongo pygmaeus) hidup di Hutan Kalimantan

 

Bayi Orangutan

 

Orangutan dewasa

 

 

Hariamau Sumatra (Panthera tigris sumatrae)

 

Monyet Berhidung panjang Proboscis Monkey (Nasalis larvatus) hidup di Kalimantan

 

Monyet Pohon Jawa /Grizzled Leaf Monkey (Presbytis comata)


Read More …
Read more...

ARTIKEL MAKALAH ARTFILUM CHORDATA DAN CIRI-CIRI:

Yang termasuk filum ini misalnya : ikan, amphirbi, reptil, burung dan mamalia; terdiri dari kurang lebih 40.000 jenis hewan. Semua anggota filum ini mempunyai ciri : simetris bilateral, bersegmen, berangka dalam. Bila dibandingkan dengan hewan lain, chordata memiliki ciri khas, yaitu :

  1. pada tahap perkembangannya mempunyai korda dorsalis (notokord). Korda dorsalis terdapat di sebelah dorsal alat pencernaan, bertindak sebagai penguat kerangka tubuh. Pada tingkat dewasa korda dorsalis dari vertebrata diganti oleh tulang punggung (kolumna vertebralis).
  2. pada suatu tingkat perkembangannya mempunyai pasangan celah insang. Insang merupakan deviat (diturunkan) dari farinks. Dengan adanya celah insang, maka air yang masuk melalui mulut dapat dikeluarkan melalui insang.
  3. mempunyai sumsung punggung (nervecord) yang terdapat di sebelah dorsal, korda dorsalis. Pada bagian anterior sumsung punggung membentuk otak.

Filum ini dibedakan atas tiga sub filum (anak filum), yaitu :

  1. subfilum cephalochordata

Yang termasuk subfilum ini misalnya : Amphioxus. Amphioxus berbentuk seperti ikan. Korda dorsalisnya tidak mengalami perubahan selama hidupnya.

Pada dinding farinks terdapat celah insang. Meskipun dapat berenang, ia lebih senang membenamkan diri di pasir. Makanannya berupa partikel makanan mikroskopis yang terdapat di air laut. Habitat hewan ini di pantai.

  1. subfilum tunicata

Hewan yang termasuk subfilum ini bertempat tinggal di laut. Merupakan hewan yang hidup secara melekat. Makanan diperoleh dari aliran air yang masuk melalui mulut ke celah insang. Diberi nama Tunicata karena tubuhnya diselubungi oleh cangkang yang tersusun dari tunika. Tunika tersusun dari selulose. Selulosa biasanya terdapat pada tumbuhan atau protista tertentu. Yang dapat memberi petunjuk hewan ini kordata yaitu adanya celah insang. Pada tingkat dewasa hewan ini tidak mempunyai korda dorsalis dan sistem saraf. Seperti hewan melekat yang lain , tunicata menghasilkan larva yang berenang, sehingga dapat mencari lokasi baru. Ciri kalau larva termasuk kordata yaitu mempunyai korda dorsalis dan sistem saraf yang terdapat pada bagian dorsal tubuh. Larva akhirnya melekat pada substrat dan berkembang menjadi bentuk dewasa yang kehilangan sifat-sifat kordatanya.

Sampai saat ini banyak biologiawan yang berpendapat adanya subfilum lain, yaitu Hemichordata. Hewan yang termasuk subfilum ini berbentuk seperti cacing, habitatnya di laut. Dimasukkan kedalam golongan kordata karena mempunyai celah insang, saraf punggung (meskipunjuga saraf perut), dan organ yang dianggap korda dorsalis yang rudimenter tersebut tidak homolog dengan korda dorsalis kordata, karena itu hewan ini dimasukkan kedalam filum sendiri, yaitu filum Hemichordata. Ditinjau dari sejarah evolusi, hemikordata memiliki ciri yang menyerupai kordata dan ekinodermata.

  1. subfilum vertebrata

filum Chordata merupakan salah satu dari tiga filum hewan yang terbanyak anggota jenis hewannya saat ini. Keadaan ini disebabkan oleh adanya filum vertebrata. Kebanyakan hewan yang kita kenal termasuk di dalam subfilum ini, misalnya : ikan, katak, ular, burung , dan mamalia

ciri khas vertebrata yaitu :

  1. pada tingkat dewasa, korda dorsalisnya diganti oleh tulang punggung (kolumna vertebralis) yang tersusun dari tulang biasa. Di sebelah dorsal tulang punggung terdapat tulang sumsung punggung.
  2. Otak terdapat pada bagian anterior sumsum punggung. Otak dilindungi oleh tulang tengkorak. Subfilum ini dibagi atas dua superklas (induk kelas), yaitu Superklas Pisces dan Superklas Tetrapoda

SUPERKLAS PISCES

Superklas ini dibagi atas tiga klas, yaitu :

  1. kelas Agnatha.

Hewan yang termasuk klas ini tidak mempunyai rahang. Berdasarkan fosil yang ditemukan, pemula vertebrata termasuk dalam klas ini. Pada zaman dahulu klas ini mempunyai banyak jenis anggota. Pada masa kini, anggota jenisnya hanya dua yaitu ”cyclostoma” dan ”lamprey”. Hewan-hewan ini termasuk mempunyai rahang dan pasangan sirip. Korda dorsalisnya tetap ada, selama hidupnya. Hanya sebagian saja yang diganti oleh tulang rawan. Hidup secara parasit pada ikan. Mulutnya bertindak sebagai batil pengisap untuk melekatkan diri pada tubuhikan, dan memperoleh makanan dengan mengisap jaringan tubuh ikan yang ditumpanginya.

  1. kelas Chodrichthyes (ikan bertulang rawan)

Yang termasuk klas ini, misalnya ikan hiu dan ikan pari. Hampir semuanya hidup di laut, hanya sedikit sekali yang hidup di air tawar. Mempunyai rahang yang kuat, pasangan sirip dan kerangka yang tersusun atas tulang rawan. Celah insang tampak karena tidak berpenutup insang. Ikan hiu merupakan jenis ikan karnivor yang bisa menyerang manusia.

  1. kelas Osteicthyes (ikan bertulang biasa)

Semua hewan yang termasuk klas ini mempunyai kerangka yang tersusun atas tulang biasa. Jumlah jenis beribu-ribu, habitat air tawar atau laut. Yang termasuk klas ini, misalnya : ikan mas, ikan lele, ikan salem. Celah insang tidak tampak karena ditutup oleh operkulum (penutup insang). Siripnya ada yang berpasangan dan ada yang tunggal. Sirip yang berpasangan misalnya sirip dada dan sirip perut. Sirip tunggal misalnya : sirip punggung, sirip ekor dan sirip belakang. Mempunyai gelembung renang yang berfungsi sebagai alat hidrostatik.

SUPERKLAS TETRAPODA

Hampir semua hewan yang termasuk superklas ini mempunyai dua pasang anggota gerak. Ada beberapa jenis yang tidak mempunyai anggota gerak seperti ular.

Superklas tetrapoda dibedakan atas empat klas, yaitu:

  1. Klas Amphibia

Amphibia merupakan hewan yang mempuynai dua alam berbeda, yaitu di darat dan air. Amfibia dewasa bernafas dengan paru-paru dan berjalan dengan empat kakinya. Keadaan demikian merupakan penyesuaian dengan kehidupan darat. Kulitnya tipis dan lembab. Karena kulitnya tipis, maka air mudah menguap dari tubuh melalui kulit. Agar tidak terlalu banyak penguapan, amfibi menyenangi tempat-tempat yang basah atau lembab. Amfibi memerlukan air untuk perkembangbiakannya. Telur dibuahi dan diletakkan di dalam air. Telur kemudian menetas menjadi larva yang bernafas dengan insang. Pada suatu periode dari pertumbuhan larva mengalami metamorforsis menjadi katak dewasa.

Klas ini dibedakan atas tiga ordo, yaitu :

  1. ordo uredela : merupakan amphibi yang berekor, misalnya : salamander. Salamander hanya terdapat di daerah subtropis. Salamander mempunyai empat kaki yang berukuran sama.
  2. ordo Anura : merupakan amfibi yang tidak berekor, misalnya katak. Kaki belakang mempunyai ukuran yang lebih besar dari kaki depan.
  3. ordo Apoda : merupakan amfibi yang berbentuk seperti cacing, tidak mempunyai kaki, misalnya caecilia. Caecilia terdapat di hutan-hutan tropis.
  1. Klas Reptil

Reptil merupakan hewan yang menyesuaikan diri terhadap kehidupan di darat. Reptil bernafas dengan menggunakan paru-paru, mempunyai dua pasang kaki. Kulitnya tebal, kering, dan bersisik. Kulit berguna untuk mencegah penguapan air dari tubuhnya. Reptil mampu hidup di daratan yang sangat kering. Perkembangbiakannya tidak memerlukan air. Kebanyakan meletakkan telur di tanah atau pasir. Telur dilindungi oleh cangkang dari kapur dan selaput; cangkang bersifat kedap air sehingga berguna sebagai pelindung kekeringan. Telur harus dibuahi sebelum berbentuk cangkang, sehingga sperma dapat mencapai sel telur.

Pembuahan terjadi di dalam tubuh. Hewan jantan mempunyai alat kopulasi yang berguna untuk menyampaikan sperma kedalam tubuh betina.

Berdasar fosil yang ditemukan, dahulu jenis reptil banyak dan tubuhnya lebih besar dari sekarang. Contoh reptil tersebut antara lain dinosaurus dan reptil terbang.

Sekarang hanya terdapat empat ordo, yaitu :

  1. ordo chelonia

Misalnya kura-kura dan penyu. Hewan tersebut mempunyai tulang rusuk yang besar dan berbentuk lempeng yang berpadu dengan cangkang yang melingkupi permukaan tubuh. Kura-kura hidup pada lingkunga darat. Penyu hidup di lingkungan air. Umur kura-kura panjang sampai puluha tahun. Ada penyu yang umurnya mencapai 150 tahun.

  1. ordo Squamata

Misalnya kadal dan ular. Kedua hewan tersebut hanya ditemukan pada daerah kering, dan ada juga yang hidup di daerah air tawar dan laut.

Ular tidak mempunyai kaki : ular boa dan ular piton mempunyai sisa-sisa kaki belakang. Ular dapat menelan mangsa yang berukuran lebih besar dari dirinya. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya tulang kuadrat, yang dapat digeser, sehingga dapat membuka mulut selebar mungkin. Beberapa jenis ular sangat beracun, misalnya : ular welang, kobra, dan biludak.

  1. ordo crocodilia

Misalnya buaya dan alligator. Perbedaan antara keduanya adalah alligator mempunyai moncong runcing, giginya menonjol keluar dan menyenangi air asin. Reptil merupakan golongan hewan pertama yang menyesuaikan diri dengan kehidupan darat. Namun banyak juga raptil yang hidup di air. Meskipun demikian, ciri kehidupan darat seperti bernafas dengan paru-paru dan meletakkan telur di darat tetap ada.

  1. ordo Rhynchocephalia

ordo ini hanya mempunyai satu jenis hewan saja, yaitu Sphenodon. Habitatnyapun sangat terbatas, hanya hidup di pantai-pantai Selandia Baru. Hewan ini bertampang primitif, masih sama dengan nenek moyangnya zaman dahulu, sering dikatakan sebagai fosil hidup.

  1. Klas Aves

Ada beberapa ciri burung yang sama dengan reptil (dalam evolusi burung keturunan reptil), misalnya pembuahan burung secara internal, telurnya dilindungi cangkang, kakinya ditutupi sisik.

Burung berbeda dengan reptil dalam hal : suhu burung konstan (homotermik) sering disebut hewan berdarah panas. Karena itu burung mempunyai kemampuan mengatur suhu tubuhnya agar tetap stabil. Pada hewan berdarah dingin seperti ikan, amfibi, dan reptil tidak mampu mengatur suhu tubuhnya, sehingga suhu tubuhnya sangat tergantung pada keadaan lingkungannya. Hewan berdarah dingin disebut Poikilotermik.

Bermacam-macam burung sangat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. Ayam merupakan sumber makanan yang berprotein. Burung hantu membantu memakan tikus.

  1. Klas Mammalia

Disebut mammalia karena hewan-hewan yang termasuk dalam klas ini mempunyai kelenjar susu (mammae). Kelenjar ini menghasilkan susu. Pada tubuhnya terdapat bulu. Semua hewan yang termasuk mammalia benafas dengan paru-paru. Suhu tubuhnya konstan. Giginya berbeda dengan vertebrata yang lain. Gigi mamalia dibedakan atas tiga tipe, yaitu:

1. gigi seri (insisor), untuk memotong makanan

2. gigi taring (kaninus), untuk mencabik-cabik makanan

3. gigi geraham (molar), untuk menggiling makanan.

Kebanyakan mamalia adalah vivipar, yaitu melahirkan anak. Ada juga yang ovipar, misalnya monotremata, cungur bebek, dan landak pemakan semut.

Jenisnya demikian banyak hingga mencapai 12.000 jenis. Ukuran sangat bervariasi, mulai dari yang berukuran kecil (tikus) sampai yang berukuran besar (ikan paus) yang mencapai berat 170 ton. Habitatnya juga bervariasi, mampu hidup di daerah panas maupun dingin.

Klas ini dibedakan atas tiga subklas (anak klas), yaitu :

  1. Prototheria : yang termasuk prototheria yaitu cungur bebek (platypus) dan landak pemakan semut (Echidna)
  2. Metatheria : yang termasuk metatheria adalah kangguru dan tikus berkantung. Hewan-hewan tersebut adalah vivipar, anaknya (pada saat lahir) dalam keadaan belum sempurna. Karena itu, anaknya ditempatkan pada kantung khusus yang terdapat pada bagian abdomen induk. Kelenjar susu terdapat di dalam kantung, berguna untuk memberi air susu pada anaknya.
  3. Entheria : merupakan subklas yang terbesar. Pada saat anaknya di dalam kandungan mendapat makanan melalui plasenta dari induknya.

Read More …
Read more...

5 KELAS FILUM ARTHROPODA DAN PENGERTIAN

Dari semua spesies hewan, maka arthropoda merupakan filum yang besar di bumi sampai saat ini telah ditemukan sekitar 900.000 spesies. Jumlah ini merupakan kira-kira 80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Anthropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartikadan liang-liang batu terjal di pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal dari tubuhnya. Sistim saraf anthropoda seperti pada annellida, terdapat bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali. Arthropoda memiliki lima kelas :

  1. kelas Chilopoda

Contoh hewan yang termasuk kelas ini adalah lipan. Bentuk tubuhnya memanjang dan pipih dan setiap ruas di belakang kepalanya mempunyai sepasang kaki. Lipan merupakan hewan yang karnivor, memakan daging hewan lain dengan gigitan yang beracun. Rahangnya kuat dapat dipergunakan untuk menggigit mangsa. Bernafas dengan trachea yang berupa pembuluh-pembuluh udara yang bercabang. Lubang luar trachea disebut spirakulum.

  1. kelas Diplopoda

Contoh hewan ini adalah luing. Luing mempunyai dua pasang kaki pada setiap ruas tubuhnya. Bentuk tubuh gilik (bulat panjang), hewan ini herbivor.

3. kelas Crustacea

Crustacean memiliki dua pasang antenna. Bagian kepala dan badan menyatu menjadi kepala dada (cephalothorax) yang termasuk dalam kelas ini misalnya udang karang, udang, kepiting. Habitat crustachea pada daerah acuatis, kecuali Porcillio yang bertempat tinggal di bawah batu. Semua anggota kelas ini bernafas dengan insang. Ukuran tubuhnya berkisar dari bentuk-bentuk yang hanya dapat diamati dengan mikroskop sampai yang berukuran besar. Crustacea menjadi makanan utama bagi berbagai macam ikan dan mamalia yang hidup di air tawar maupun laut. Ikan paus biru yang panjangnya 100 kaki merupakan hewan terbesar yang memakan crustacea kecil yang disebut krill.

  1. kelas Arachnida

Kepala dan dada Arachnida menjadi satu disebut kepaladada. Hampir semua Arachnida hidup di darat, mempunyai empat pasang kaki untuk bergerak. Tidak memiliki antena. Yang termasuk kelas ini misalnya mimi-mintuna, laba-laba, kalajengking dan sebagainya. Bentuk mimi menyerupai bentuk nenek moyang (pemula) arthropoda karena itu sering disebut fosil hidup.

Tungau dan cuplak adalah parasit yang menyebabkan gangguan pada manusia dan hewan.

  1. kelas Insecta.

Kelas ini termasuk anthropoda yang dominan, hidup di semua habitat kecuali di laut. Sekitar 625.000 spesies yang telah diketahui, jumlah ini merupakan setengah dari semua spesies yang hidup di bumi. Tubuh serangga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : kepala, dada, dan perut. Dada terdiri dari tiga ruas, masing-masing mempunyai sepasang kaki. Jadi serangga adalah hewan berkaki enam. Mayoritas serangga setelah dewasa mempunyai satu atau dua pasang sayap pada dadanya. Ciri lain adalah mempunyai sepasang antena di kepalanya dan bernafas dengan trachea.

Serangga melalui serangkaian tahap larva dalam perkembangannya dari telur sampai menjadi dewasa. Bentuk kebanyakan larva tidak mirip dengan yang dewasa. Siapa yang mengira bahwa ulat (larva) adalah satu spesies dengan kupu-kupu dewasa. Pada perubahan ulat menjadi kupu melalui tahap pupa atau kepompong. Proses perubahan ini disebut metamorphosis.

Kelas ini dibedakan atas kurang lebih 24 ordo. Perbedaan ordo berdasarkan atas perbedaan metamorphosis, susunan sayap, dan bagian-bagian mulut. Eksistensi kita benar-benar dipengaruhi oleh serangga. Beberapa spesies seperti kecoak, kutu busuk, nyamuk dan beberapa lalat memperoleh makanan langsung dari kita. Di samping gangguan yang ditimbulkan, serangga juga dapat menularkan penyakit yang berbahaya.

Di samping mendatangkan mala petaka bagi manusia, serangga juga ada yang menguntungkan bagi kehidupan kita. Seperti ulat sutera yang menghasilkan bahan untuk kain yang bermutu dan lebah madu yang menghasilkan madu.

Gambar : Berbagai jenis arthropoda

Odonata © 2006 timitalia

Lepidoptera

© 2005 Matt Fetterley

Tettigoniidae

© 2005 Ian Marsman

Hentzia grenada © 1994-1995 Wayne Maddison

Dolichopodidae © 2007 Gilles Gonthier

Zaretis callidryas

Zaretis callidryas

Japygidae © 1995 David R. Maddison

Memphis xenocles

Agrias aedon

Bolboneura sylphis

Habronattus festus © Wayne Maddison

Bolboneura sylphis

Epiphile grandis

Epiphile grandis

Cambarus (Depressicambarus) latimanus

© Keith A. Crandall

Scaphinotus petersi petersi © 1995 David R. Maddison

Metholche nigritarsus (Conocephalinae) © Darryl T. Gwynne

Bembidion umbratum © 1996 David R. Maddison

Musca domestica

Thrinaconyx fumosa

Pamborus guerinii

© 1995 David R. Maddison

Rhipsideigma raffrayi (Cupedidae) © 1996 David R. Maddison

Neopachylopus sulcifrons © 2002 Michael S. Caterino


Read More …
Read more...

Followers

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

Recommended By WODPRES And Powered By Blogger