CONTOH ARTIKEL MAKALAH TENTANG HYDRA DAN CIRI-CIRI HIDRA | Contoh Artikel makalah Judul Proposal skripsi askep Keperawatan Kebidanan Farmasi
CONTOH ARTIKEL MAKALAH TENTANG HYDRA DAN CIRI-CIRI HIDRA ~ Contoh Artikel makalah Judul Proposal skripsi askep Keperawatan Kebidanan Farmasi

CONTOH ARTIKEL MAKALAH TENTANG HYDRA DAN CIRI-CIRI HIDRA

1. Klas Hydrozoa

Ordo Hydroidea

Ciri umum :

- Hidup : soliter (bebas berdiri sendiri)

- Tubuh : silindris = bersifat flexible (eleastis). Panjang + 10-30 mm (Macroscopio) diameter <>

- Contoh :

Hydra viridis berwarna hijau

Hydra American berwarna kelabu

- Mulut berfungsi sebagai anus. Disekitar mulut terdapat mutakel-mutakel (antara 6-10)

- Emkiran berfungsi sebagai rongga Gastrovascular

- Seluruh dinding tubuh termasuk tentakel nya terdiri dari lapisan :

a. Epidermis

b. Mesoglea

c. Gastrodermis

· Epidermis

Sel berbentuk “kubus”

Berfungsi : - sebagai pelindung tubuh

- alat sensoris

· Gastrodermis

Merupakan dinding “enkeron”

Sel berbentuk panjang

Berfungsi sebagai : alat pencernaan makanan

· Mesoglea

Bersifat “Non selluler”

Berfungsi : sebagai alat penunjang tubuh yang bersifat elastis.

- Pada lapisan baik Epidermis maupun lapisan Gastrodermis pada prinsipnya terdapat 4 tipe antara lain :

1. Sel epithelio musculer

· Jika diambil 1 sel berbentuk seperti huruf T

· Pada bagian dalam ditemukan contractile fibril

· Pada lapisan Epidermis :

- Contratile fibril terikat memanjang pada mesoglea

- Berfungsi * sebagai alat longitudinal

* untuk memanjang – mendelikkan tubuh

(jika fibril berkerut pendek, relax = panjang)

· Pada lapisan Gastrodermis

- Contractile fibril terikat secara transversal pada lapisan mesaglea

- Dengan fibril-fibril ini tubuhnya bisa dikembang kempiskan (berfungsi sebagai otot sirkuler)

2. Sel Kelenjar / Gland Cell

· Pada lapisan Epidermis

- Jarang dijumpai, tetapi pada epidermis pangkal (basal disc) sel ini menghasilkan zat mukosa sebagai zat pengikat tubuhnya pada suatu obyek di dalam air.

· Pada lapisan Gastrodermis

- Sel ini berfungsi sebagai penghasl getak pencernaan

3. Sel Interstitial

· Berbentuk kecil

· Ditemukan pada bagian basal baik pada lapisan epidermis maupun gastrodermis

· Sel ini akan membentuk : a. sel celamin

b. kuncup

c. nematocysts

4. Sel Sensoris

· Epidermis

- Banyak ditemukan pada bagian : Tentakel

Mulut

Basal disc

- Walaupun di epidermis dan gastrodermis juga ditemukan.

· Fungsi sebagai penerima rangsang

· Bagian berasal sel mesoris ini berhubungan dengan sel saraf

Dimana sel saraf satu sama lain bersumbung dan membentuk anyaman yang dikenal dengan sistem saraf diffuse.

Sel Nematocysts

- Merupakna semacam kapsul kecil bulat telur.

- Berisi * benang yang melingkar

* cairan racun

- Banyak ditemukan pada bagian tentakel juga pada bagian yang lain kecuali pada basal disc

- Berfungsi : * menangkap mangsa

* pergerakan

Tipe : Nemotocysts

1. Penetrant : berfungsi sebagai penangkap mangsa

2. Volvent : berfungsi sebagai penangkap mangsa

3. Glutinants : berfungsi sebagai pergerakan

1) Tipe Penetrant :

Mempunyai sat racun yang berfungsi untuk menginjeksi mangsanya (menangkap mangsa) sehingga mangsa tersebut akan lumpuh oleh racun tersebut.

2) Tipe Volvent :

Berfungsi menjerat / melingkari mangsa yang sudah di lumpuhkan oleh type Penetrant.

3) Tipe Glutinant :

Mempunyai benang-benang yang dijulurkan keluar untuk membantu pergerakan.

CARA PERGERAKAN HYDRA :

  1. Gerakan seperti ulat kilan
  2. Gerakan jungkir balik (gerak akrobatic)
  3. Gerakan merayap

Gerakan ini yang dipergunakan adalah tentakel ada dibawah kemudian dengan tentakel ini hewan ini merayap.

  1. Gerakan meluncur / main ski

Gerakan ini dilaksanakan sebagai aktifitas sel-sel epitellio muskuler bagian pangkal (basalt disc). Disamping itu juga dibantu oleh lapisan lendir.

  1. Gerak mengapung di dalam air.
  2. Gerak ikut arus aliran air.

CARA MAKAN HYDRA :

Makanannya terdiri dari : - udang-udangan kecil

- larva, insecta air

- hean kecil lainnya

Caranya :

  1. Makanan nya ditangkap dengan tentakelnya
  2. Mangsa ini dilumpuhkan / diracuni oleh mematocyst type Penetrant
  3. Kemudian dijerat dan diikat oleh Mematocyst type valvent
  4. Kemudian makanan dimasukkan ke dalam Enteron (rongga tubuh) dan kemudian dicernakan dalam rongga tubuh. Sisa makanan yang tidak dicerna dimuntahkan kembali (sebab mulut dan anus menjadi satu)

PERKEMBANG BIAKAN

- Asexuil

- Sexuil

Asexuil :

Dengan jalan membentuk kuncup / percabangan kuncup ini berasal dari sel-sel interstitial. Jika kuncup sudah cukup dewasa, maka akan memisahkan diri dari induknya (sebab hydra hidup soliter).

Sexuil :

Hewan ini kebanyakan Hermaphrodite tetapi ada juga yang terpisah. Alat kelamin ini berasal dari sel interstitul yaitu pada sel epidermis. Testis dibentuk pada bagian tubuh dekat tentakel. Sel telur dibentuk berdekatan dengan bagian pangkal / kaki / basalt disc. Jika setelah terjadi pembuahan akan berbentuk zygot setelah zygot membelah akan membentuk blastula. Blastula dibungkus semacam cyste dan pada suatu saat akan menjadi hydra dan barulah type ini Diploblstic yaitu karena tali pernah membentuk lapisan muadermis sedang yang ada hanya lapisan entodiran dan ectodern.

Obleia à Kelas Hydrozoa

Ordo Hydroidea

Ciri-ciri :

  1. Berbentuk koloni

Besarnya + sebesar mulut kerucut, menggerambul

  1. Didapatkan - dipantai pada batu-batuan (melekat)

- pada cangkuk Mullusca

  1. Koloni ini terikat pada substrat dengan bantuan hydrorhizanya (akar)
  2. Bentuk tubuhnya seperti batang yang bercabang-cabang yang disebut Hydrocaulis
  3. Pada hydracaulis tumbuh 2 macam bentuk cabang (Palyp)

a. Hydrant

b. Gonangium

Hydrant :

- Berfungsi : - menangkap mangsa

- mengurus makanan (vegetatif)

- Ditandai dengan adanya banyak kentakel.

Gonongium :

- Berfungsi : mengurus perkembang biakan (generatif)

- Bentuk gonongium silindris, dengan ujung melekat sedikit dan berwarna tranparant dan disebut dengan Gonotheca.

- Di dalam gonotheca terdapat sumbu (blastostyle)

Blastostyle merupakan :

· Tempat tumbuh kuncup bakal medusae (ada yang menyebut ubur-ubur pada skelia)

- Medusae akan ada 2 macam yaitu :

· Medusae ♂ menghasilkan sperma (biasanya berekor)

· Medusae ♀ menghasilkan ovum

Ovum dan sperma dikeluarkan dalam laut dan terjadilah pembuahan (diluar medusae dalam air laut). Setelah terjadi pembuahan terbentuk zygot à blestula à “planula yang berambut getar”

Kemudian planula melekat pada suatu obyek dan tumbuh menjadi polips yang kecil. Dan secara asexuil bisa membentuk kuncup dan terjadilah obelia yang baru.

  1. Obelia yang mengalami pergantian keturunan “Metagenesus” yaitu keturunan phase.

- Vegetatif à polip-polip kecil / seperti lumut bercabang

- Generatif à medusae

Jadi antara polip kecil (seperti lumut) dan medusae seolah-olah merupakan hewan tersendiri padahal hanya merupakan siklus hidup.

Misal : pada ulat dan kupu-kupu.

1. Klas Scyphozoa

Ordo Discomedusae

Ciri-ciri :

- Phase polyp nya kecil + beberapa cm saja dan terikat pada suatu obyek didasar laut.

- Phase Medusae (generatif) terbentuk seperti payung atu mangkuk dengan diameter + 1 – 7 feet.

- Pada bagian pinggir Medusae terdapat tentakel-tentakel

Medusae ini biasanya diketemukan

§ Berenang dipermukaan laut

§ Dibawa ombak di pantai

- Dibagian tengah sisi cekungnya / konkatnya) ditemukan mulut yang terletak diantara 4 buah tangan yang berbentuk pipih seperit pita dan dibagian pinggir dilengkapi dengan Mematocyst.

- Aurelia bukan hermaphrodite. Gamat nya terbentuk seperti huruf V dan terletak dibagian dalam dari perutnya.

SIKLUS HIDUP

- Ada yang ♂dan ♀

- Spertratozoid akan berenang dalam air laut kemudian mencari dan memasuki kedalam mulut medusae ♀, kemudian masuk ke dalam enterm untuk membuahi sel telur kemudian berbentuk zygot.

- Zygot yang terbentuk akan keluar dari mulut medusae ♀ dan untuk remintara didukung dengan tangan nya dan disini berkembang menjadi larva yang berambut getar (planula).

- Setelah terbentuk planula maka planula ini lepas dari induknya dan berenang-renang. Kemudian melekat pada suatu obyek didasar laut. Dan ditempat ini kemudian tumbuh menjadi polyp baru dan berbentuk seperti trompet yang disbut Schyphistoma.

- Schyphistome membagi diri secara tranversal sehingga terbentuk sekumpulan mas’ yang masing-masing berbentuk seperti cakram.

Keadaan ini disebut phase Strobila

- Kemudian pada setiap cakram yang terbentuk akan tumbuh bertakel. Kemudian pemisahan diri dimulai pada cakram yang paling atas / tua kemudian cakram yang dibawahnya dan sebagainya dan seterusnya.

- Cakram yang terlepas akan membentuk medusae kecil yang disebut Ephyra. Secara berangsur-angsur ephyra akan tumbuh menjadi Medusae dewasa :

§ Medusae ♂

§ Medusae ♀

2. Klas Anthozoa

Ciri-ciri khusus :

- Tidak mengalami metagenesis

- Phase Muduase tak mempunyai

- Phase Polyp mempunyai.

Post a Comment

Followers

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

Recommended By WODPRES And Powered By Blogger