CONTOH ARTIKEL TENTANG PENGERTIAN DASAR BERGANDA ( DOUBLE BOTTOM ) | Contoh Artikel makalah Judul Proposal skripsi askep Keperawatan Kebidanan Farmasi
CONTOH ARTIKEL TENTANG PENGERTIAN DASAR BERGANDA ( DOUBLE BOTTOM ) ~ Contoh Artikel makalah Judul Proposal skripsi askep Keperawatan Kebidanan Farmasi

CONTOH ARTIKEL TENTANG PENGERTIAN DASAR BERGANDA ( DOUBLE BOTTOM )









PENGERTIAN DASAR BERGANDA

Dasar berganda ialah bagian dari konstruksi kapal yang di batas,
1. Bagian bawah - oleh kulit kapal bagian bawah (bottom shell plating)
2. Bagian atas - oleh pelat dasar dalam (Inner bottom plating)
3. Bagian samping - oleh lempeng samping (margin plate)
4. Bagian depan - oleh sekat kedap air terdepan /sekat pelanggaran (collision bulkhead)
5. Bagian belakang - sekat kedap air paling belakang atau sering disebut sekat ceruk belakang ( after peak bulk head )


GUNA DASAR BERGANDA
Bila kapal kandas dan mengalami kebocoran, masih ada dasar yg kedap air
Sebagai ruangan muatan cair, air tawar, bahan bakar, ballas, dlsb.
Membantu stabilitas kapal
Menambah kekuatan melintang kapal


KONSTRUKSI DASAR BERGANDA
Konstruksi dasar berganda terdiri dari :
Sistem konstruksi kerangka melintang dengan wrang – wrang penuh dan wrang – wrang terbuka
Sistem konstruksi kerangka membujur dengan wrang – wrang penuh dan wrang – wrang terbuka
Dasar Berganda kerangka melintang, ciri – cirinya :
Dilengkapi dengan wrang–wrang penuh pada setiap gading di bawah kamar mesin.
Jarak antara wrang penuh tidak lebih dari 3,05 m diselingi wrang terbuka.
Wrang penuh yg terbentang melintang dari penyanggah tengah sampai lempeng sampingpada setiap sisinya diberi lobang peringan.
Pada sistem kerangka melintang, penyanggah tengah dan lempeng samping tidak terputus.

Sistem kerangka Membujur, ciri – cirinya :
Wrang penuh dipasang dibawah gading – gading kamar mesin, kursi ketel, dinding kedap air dan pada ujung bracket deep tank.
Penyanggah tengah diberi bracket dengan jarak 1,25 meter
Bila jarak antara sebuah wrang dengan wrang lainnya sampai 2 atau lebih jarak gading, dipasang penguat tegak paling seedikit 100mm untuk memperkuat longitudinals.
Kapal – kapal yang lebarnya sampai 14 – 21 m dipasang sebuah longitudinals pada setiap sisi.
Pada kapal yang panjangnya kurang dari 215 m, longitudinals terputus pada wrang kedap air dan sebagai gantinya diberi bracket.
Jarak antara wrang yang satu dengan lainnya tidak melebihi 3,7 m, kecuali kapal tersebut diperuntukan bagi pengangkutan barang – barang berat atau biji – bijian tambang.
Untuk kapal yang panjangnya 61 m (200 kaki) dan kurang dari 76 m (249 kaki) harus dipasang dasar berganda paling sedikit dari sekat – sekat kamar mesin diteruskan sampai ke sekat ceruk haluan dan sekat ceruk buritan.
Bila dasar berganda di haruskan untuk dipasang, maka tingginya ditentukan atau atas persetujuan Pemerintah dan dasar dalam di teruskan sampai ke sisi lambung sehingga dapat melindungi dasar kapal sampai ke lengkungan got (bilge). Perlindungan ini dianggap memenuhi syarat bila garis potong antara lempeng samping (margin plate) dengan lajur samping (bilge strake), tidak lebih rendah dari satu bidang datar yang melalui titik potong garis gading dengan lunas, dimana garis diagonal tersebut membentuk sudut 250 dengan alas dan memotong bidang simetri pada setengah lebar kapal terbesar
Got pengering (drain well) yang dibuat di dalam dasar berganda yang di gunakan untuk mengeringkan palka/ruang muat dan dan lain sebagainya tidak boleh lebih rendah dari yang di perlukan
Dasar berganda tidak diperlukan bagi kompartemen – kompartemen kedap air yang berukuran sedang, yang khusus di pergunakan untuk mengangkut minyak dan yang melakukan pelayaran Internasional jarak dekat secara teratur .
Bagi kapal – kapal yang mempunyai kompartemen – kompartemen kedap air berukuran sedang dan digunakan untuk mengangkut minyak dan yang melakukan pelayaran internasional jarak dekat secara teratur, pemerintah dapat memberikan kelonggaran terhadap konstruksi dasar berganda di bagian manapun dari kapal Itu.

LUNAS KAPAL ( SHIP’S KEEL
Lunas kapal ada 2 macam :
Lunas Pelat Datar ( Flat plate keel ) Lunas Pelat Datar termasuk tipe modernyang biasa dipakai sekarang ini. Lebar lunas ini antara 1 – 2 meter dengan tebal pelat utuh sepanjang 3/5 panjang kapal
Lunas Saluran ( duct keel ) Lunas ini menggunakan 2 buah penguat tengah (centre girder). Lunas ini dipasang antara sekat pelanggaran dan sekat kedap air di depan kamar mesin sebagai tempat disalurkannya pipa dari tangki – tangki.


LUNAS SAMPING
( BILGE KEEL )
Di pasang di lajur samping kapal – kapal yang berlunas datar .
Gunanya untuk mengurangi frekwensi olengan .Besarnya daya redam dari lunas samping berbanding lurus dengan kecepatan kapal.
Agar memenuhi fungsinya pemasangan lunas samping harus tepat benar. Yaitu tepat pada perpotongan garis diagonal, antara perpotongan garis lambung dengan perpanjangan luas dgn perpotongan antara garis air dengan bidang simetri dengan kulit kapal

Sehubungan dengan peranan kemudi tersebut di atas SOLAS ’74 melalui Peraturan 29 Bagian B Bab II – I mengenai Perangkat kemudi ( Resolusi A. 210 - VII ) ) menyebutkan sebagai berikut :
Hanya untuk kapal Barang :
Kapal – kapal harus dilengkapi dengan perangkat kemudi induk ( utama ) dan perangkat kemudi bantu yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Perangkat kemudi utama harus berkekuatan yang layak dan cukup untuk mengemudikan kapal pada kecepatan ekonomis maksimum. Perangkat kemudi utama dan poros kemudi harus di pasang sedemikian rupa sehingga pada kecepatan mundur maksimum tidak mengalami kerusakan
Perangkat kemudi bantu harus mempunyai kekuatan yang layak dan cukup untuk mengemudikan kapal pada kecepatan sekedar untuk dapat berlayar dan dipakai dengan segera dalam keadaan darurat.
Kedudukan kemudi yang tepat pada kapal tenaga harus terlihat di stasiun pengemudi utama ( kamar kemudi anjungan )

Hanya bagi kapal penumpang :
Perangkat kemudi induk harus mampu memutar daun kemudi dari kedudukan 350 di satu sisi sampai ke kedudukan 350 disisi lain selagi kapal berjalan maju dengan kecepatan ekonomis maksimum. Daun kemudi harus dapat diputar dari kedudukan 350 disalah satu sisi ke kedudukan 350 disisi yang lain dalam waktu 28 detik pada kecepatan ekonomis maksimum.
Perangkat kemudi bantu harus dapat digerakkan dengan tenaga dimana pemerintah mensyaratkan bahwa garis tengah poros kemudi pada posisi celaga berukuran lebih 9’’ ( 228,6 mm ).
Jika unit tenaga perangkat kemudi induk dan sambungan – sambungannya di pasang secara rangkap yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah, dan masing – masing unit tenaga itu dapat membuat perangkat kemudi sesuai dengan syarat – syarat paragraf
Jika pemerintah mensyaratkan suatu poros kemudi yang garis tengahnya pada posisi celaga lebih dari 9” (228,6 mm) harus dilengkapi pengemudi pengganti.

Jenis – jenis Kemudi
Kemudi biasa ialah kemudi yang seluruh daun kemudinya berada dibelakang poros putar. Yang terdiri dari pelat tunggal atau anda.Kemudi biasa pelat tunggal konstruksinya terdiri dari pelat tunggal saja dan pelat ganda, kontruksi daun kemudinya terdiri dari lembaran berganda dimana kedua ujungnya dihubungkan satu sama lain sehingga didalamnya terbentuk rongga. Kerangka kemudi biasa dapat terbuat dari baja tempa atau pelat yang di las, kemudi pelat ganda kedua sisinya di tutupi pelat – pelat sehingga ditengahnya berbentuk rongga.
Konstruksi Kemudi biasa :
- Daun kemudi terletak 100% di belakang poros putarnya- Diberi kerangka untuk penguat daun kemudi
- Selalu dilengkapi dengan kokot jantan ( Pintle ) dan kokot betina ( Gudgeon )
- Daun kemudi dan poros kemudi yang saling dihubungkan dengan sebuah kopling
- Poros kemudi atas, baut penutup, baut kemudi biasa dan baut cembung putar (Taats)
- Pada linggi kemudi terdapat Nok kemudi (Rudderstops) agar daun kemudi pada waktu di putar tidak melewati batas maksimum cikar 350
- Di dalam kopling kemudi terdapat baji yang gunanya untuk menahan dan membantu baut – baut kopling

Cara menggantikan daun kemudi di Dok
1. Kemudi di cikar ke kiri atau ke kanan dan ditahan dengan takal di lambung
2. Baut dan flens kopling di buka
Kemudi Berimbang adslsh Kemudi yang daun kemudinya sebagian berada di belakang poros putar dan sebagian kecil berada di depan poros putarnya. Pada kemudi berimbang penuh 25 – 30 % bagian daun kemudi berada di depan poros putar, sedang sisanya berada di belakang poros putar. Pada kemudi semi berimbang bagian daun kemudi yang berada di depan poros putar lebih kecil dari 20 %.


GADING - GADING ( FRAMES )
Gading – gading dipasang untuk memperkuat konstruksi melintang kapal, menjaga agar tidak terjadi perubahan bentuk pada kulit kapal sekaligus sebagai tempat menempelnya kulit kapal .
Bentuk ( Profil ) gading – gading yang dipasang dengan cara pengelingan Ialah - Bentuk sudut Berbintul ( Bulb Angles )
Bentuk U ( Channel ) Bentuk ( Profil ) gading – gading yang dipasang dengan cara dilas
Ialah - Bentuk Bilah ( Flat Bars )
Bentuk Berbintul ( Bulb Bars )
Bentuk Siku Balik ( Inverted Angles )

E. Macam-macam gading yaitu:
1. Gading nol yaitu gading yang sebidang denagn cagak kemudi
2. Gading-gading cermin yaitu semua gading-gading di belakang gading nol
3. Gading-gading simpul yaitu gading-gading sepanjang tabung poros baling-baling
4. Gading-gading besar yaitu gading-gading yang ukuranya lebih besar di bandingkan gading-gading lainya
Frame/gading kegunaanya :
1. Dengan wrang dan balok geladak membentuk bingkai yang merupakan kekuatan melintang utama
2. Tempat melekatnya kulit kapal
3. Memberi potongan bagin badan kapal

C.Fungsi sekat kedap air yaitu :
Mengisolasi apa bila terjadi kebaklaran agar terjadi hanya di satu ruangan
Membagi kapal dalam beberapa ruangan
Merupakan kekuatan melintang kapal setempat
Fungsi sekat berganda yaitu:
Apabila kapal kandas mengalami kebocoran masih ada ruangan kedap air
Sebagai muatan cair,air tawar,bahan bakar,ballast dan lain-lain
Sebagai penyeimbang atau stabilitas pada kapal
Menambah kekuatan melintang
Fungsi Kulit kapal yaitu:
Untuk membuat kapal agar kedap air
Untuk menahan tegangan-tegangan membujur pada kapal baik yang berasal dari luar seperti angin,ombak,badai dsb.maupun dari dalam seperti muatan-muatan.


C.Keuntungan kapal yang sambungan plat pada lambungnya menggunakan keeling yaitu :
Memperoleh sambungan yang agak kaku yang fungsinya untuk memperkecil getaran di bagian tertentu
Tidak menambah berat
Kekuatan dambungan cukup kuata antara 80%-90%
Mempunyai permukaan sambungan yang rata
Mudah memperoleh sambungan yang kedap air maupun minyak
Dapat di lakukan di dalam air
Tidak ramai atau bising saat mengerjakan
Mudah dikerjakan di tempat yang sempit
D.Kerugian yang sambungan plat pada lambungnya menggunakan keeling yaitu :
Terlalu banyak tegangan di dalam material
Dapat terjadi perubahan bentuk material dikarenakan banyaknya tegangan di dalam material tersebut
Sulit menetapkan mutu pekerjaan las yang baik

Sekat kedap air di pasang di :
Dengan kamar mesin di belakang 3 buah
Dengan kamar mesin di tengah 4 buah
Posisi sekat kesap air ditempatkan tepat di atas wrang penuh atau wrang kedap air
Letak sekat kedap air di atas kapal
Sekat cerut haluan /sekat tubrukan
Sekat ceruk buritan
Sekat kedap air di depan kamar mesin
Sekat kedap air di belakang kamr mesinapabila di belakang kamar mesin masih ada ruang muatan
Kegunaan penataan lensa
Mencegah kerusakan muatan
Sebagai keamanan pada kapal
Membersihkan got kapal
Kegunaan penataan ballast
Memperbaiki keseimbangan kapal dengan mengisi tanki air ballast
Memperbaiki trim dengan mengisi tanki air ballast kusus di bagian depan atau belakang
Perbedaan antara penataan lensa dan penataan ballast :
Pompa lensa digerakan dengan enaga sendiri ,dengan tenaga mesin,atau dengan teaga manual
Pompa ballast digerakan dengan tenaga sendiri saja dan lebih kuat
Lemari pembagi pipa pada penataan lensa ada non return klepnya pada penataan ballast tidak ada
Ujung pipa hisap pada penataan lensa memiliki kotak saringan
Pada penataan ballast ujung pipanya berbentuk lebar dan tanpa kotak saringan
Penataan lensa untuk keselamatan kapal sedangkan penataan ballast untuk memperbaiki keseimbangan kapal

Rose box adalah
suatu kotak yang berada di palka dan di kamar mesin yang berfungsi untuk mencegah kotoran/sampah yang ikut terhisap masuk kedalam pipa
Sheel expantion plan adalah s
umber denah kuli kapal (bukan kulit) berguna untuk menandai plat yang perlu di perbaiki sehingga mudah di cari

cara pemberian nomor pada kulit kapal yaitu dimulai dari plat pengapit lunas yaitu plat lajur sepanjang kiri kanan lunas datar sebagai lajur A.lajur-lajur lainya di tandai dari bawah ke atas pada tiap sisiA,B,cdst,kecuali I,pemberian nomornya secara berurutan dari belakang ke depan misalnya plat F kiri 6-110 s/d 118
Apakah fungsi tabung poros baling-baling :
Melindungi tail shaft agar tidak aus
Menjaga agar tail shaft berputar pada tempatnya
Menyediakan stim pelumas pada tail shaft
Jenis tabung poros baling-baling dengan system pelumadsan air laut dan system pelumasan minyak mengapa dilapisi dengan perunggu?
Agar tail shaft aman dan awet
Tidak diperlukan bronze liner untuk membungkus tail shaft
Bagi kapal penumpang dan kapal barang .

Post a Comment

Followers

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

Recommended By WODPRES And Powered By Blogger